Posisi duduk Ibu hamil mempengaruhi kesehatan bayi

Posisi duduk Ibu hamil mempengaruhi kesehatan bayi Posisi duduk Ibu hamil mempengaruhi kesehatan bayi  - Posisi duduk selama kehamilan jika tak diperhatikan, akan berdampak buruk pada kesehatan Anda dan bayi. Itu sebabnya, saat hamil sebaiknya jangan duduk sembarangan. Memang terdengar sepele, tetapi kebiasaan tersebut bisa mengancam keselamatan janin.

Berikut beberapa posisi duduk yang tidak dianjurkan untuk calon bunda yang tengah mengandung :

Posisi bungkuk

Saat posisi membungkuk, punggung Anda tidak terjaga lurus. Berat badan dibebankan pada sumsum tulang belakang. Dan ini dapat membahayakan keselamatan Anda, juga janin yang ada di dalam perut. Maka dari itu, hindari posisi duduk seperti ini.

Duduk dengan kaki menggantung

Duduk dengan kaki menggantung akan meningkatkan aliran darah ke kaki Anda. Sehingga, kaki akan mengalami pembengkakkan, yang mana hal ini merupakam masalah umum bagi para ibu hamil.

Duduk tanpa sandaran

Duduk tanpa sandaran, menyebabkan punggung dalam posisi tegang. Sehingga, punggung akan lekas nyeri dan pegal. Sebaiknya jika sedang duduk, pilihlah kursi yang memiliki sandaran. Agar punggung dalam kondisi nyaman dan rileks.

Posisi duduk membungkuk ke depan

Ini adalah posisi paling berbahaya bagi ibu hamil. Karena, saat Anda membungkuk ke arah depan, beban tubuh beralih menekan perut Anda. Apalagi jika masa kehamilan telah memasuki fase lanjut, tulang rusuk Anda dapat menusuk tubuh bayi dan meninggalkan bekas permanen.

Posisi duduk setengah

Ibu hamil sering duduk dengan posisi seperti ini. Tahukah Anda bahwa pada posisi ini sumsum tulang belakang menahan berat tubuh Anda. Dan itulah sebabnya, jika Anda duduk seperti ini dalam waktu yang lama, punggung akan terasa nyeri dan pegal.

Melahirkan bayi yang sehat adalah kebahagiaan optimal para perempuan di dunia ini. Maka dari itu, jika Anda tengah mengandung, hindarilah melakukan hal-hal sepele yang memberikan efek buruk pada bayi, dan juga pada Anda.

Sumber :Boldsky

Cara-Cara Agar Para Ibu Hamil dapat Rileks dan Nyaman

Cara-Cara Agar Para Ibu Hamil dapat Rileks dan Nyaman

Perempuan hamil memiliki tantangan ekstra, mulai dari mual di pagi hari, kaki kram, sakit punggung, berat badan yang menukik drastis dan bahkan ada yang sampai mengalami sulit bernapas. Nah, pertanyaanya, adakah cara untuk mengurangi keluhan-keluhan saat mengandung? Baca terus!

Ketika usia kandungan memasuki bulan ketiga, kenaikan berat badan pastinya mulai terasa, tak ayal kondisi ini membuat kaki cepat lelah dan kram. Dan umumnya rasa sakit kian terasa parah di malam hari. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi rasa sakit, pegal dan nyeri pada tubuh selama kehamilan.

Rendam kaki Anda di air hangat

Guna mengurangi rasa sakit dan kram pada kaki. Sebaiknya, sebelum tidur, rendam kaki Anda pada air hangat yang telah ditaburkan garam. Ini adalah cara paling mudah untuk membuat kaki merasa lebih nyaman.

Pijat kaki

Melakukan pemijatan pada kaki akan memberikan ketenangan dan kenyaman pada tubuh Anda. Minta suami untuk memijat kaki Anda dengan lembut, selain dapat menguragi rasa sakit, cara ini pun ampuh untuk mempererat komunikasi antara Anda, suami dan si jabang bayi.

Jangan duduk untuk waktu yang lama

Duduk dalam waktu yang lama, akan menghambat sirkulasi darah menuju kaki. Inilah penyebab kaki menjadi kram. Perempuan hamil harus sering mengubah posisi duduk mereka dalam beberapa waktu, agar aliran darah mengalir dengan baik.

Posisi duduk

Posisi duduk saat hamil bisa menyebabkan sakit, nyeri dan pegal selama masa kehamilan. Disarankan jangan duduk menyilangkan kaki, atau jangan biarkan kaki menggantung di kursi pada kurun waktu yang lama. Gunakan bangku yang tepat, yang akan memberikan kenyamanan saat duduk.

Minum air putih

Banyak minum saat masa kehamilan sangat dianjurkan, salah satu khasiatnya adalah membantu mempelancar peredaran darah dalam tubuh.

Mandi air hangat

Membasuh tubuh dengan air hangat akan membuat otot-otot tubuh menjadi rileks dan nyaman. Ini sangat baik untuk menenangkan pikiran dan melonggarkan stres saat hamil.

Tanda-Tanda Anda Mengandung Bayi Laki-laki

Tanda-Tanda Anda Mengandung Bayi Laki-laki - Bagi orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri saat memiliki anak laki-laki, bahkan di beberapa budaya tertentu, memiliki anak laki-laki menjadi kewajiban bagi pasangan suami-istri.

Tanda-Tanda Anda Mengandung Bayi Laki-laki

Untuk mengetahui jenis kelamin jabang bayi, ayah dan bunda yang modern tentu memilih menggunakan teknologi ultrasonografi (USG), yang seiring dengan waktu terus melesat pesat. Bahkan dengan fitur 3 D, para bunda yang tengah mengandung bukan hanya dapat mengetahui jenis kelamin si jabang bayi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Melainkan juga bisa melihat anatomi dan gerakan bayi di dalam perut.

Namun, bagi para orangtua zaman dahulu, untuk mengetahui jenis kelamin bayi, mereka tidak memerlukan teknologi mutakhir, tetapi memprediksi dari gejala yang dialami oleh sang calon bunda.

Berikut beberapa lima tanda janin yang ada di dalam perut Anda adalah laki-laki:

1. Bentuk perut terlihat bulat sempurna seperti bola basket.

2. Posisi perut lebih condong ke arah bawah.

3. Daerah areola (daerah hitam sekitar puting susu).

4. Detak jantung bayi kurang dari 140 detik per menit.

5. Jika menggantungkan cincin kawin di atas perut, maka cincin tersebut akan bergerak memutar.

kompas.com

10 Tips Praktis Dalam Menjaga Bayi yang Ada Dalam Kandungan Agar Tetap Sehat dan Tumbuh Normal

10 Tips PraktisDalam Menjaga Bayi yang Ada Dalam Kandungan Agar Tetap Sehat dan Tumbuh Normal - Hamil merupakan masa dimana anda akan merasakan sesuatu yang berbeda terjadi pada diri anda.

10 Tips PraktisDalam Menjaga Bayi yang Ada Dalam Kandungan Agar Tetap Sehat dan Tumbuh Normal

Banyak dari pasangan orang tua baru yang menginginkan segera mendapatkan bayi agar suasana dalam keluarga semakin lengkap. Maka banyak cara yang di lakukan oleh pasang orangtua dengan mengikuti atau melakukan program anak. 

Seiring waktu, perkembangan bayi dalam kandungan memberikan beberapa efek tersendiri bagi ibu seperti mual, pusing, mudah capek yang terkadang membuat ibu harus tatap berhati- hati dalam menngani masalah tersebut. 

Dalam kandungan yang mungkin sudah terlihat besar mungkin membuat anda merasakan sesuatu terjadi seperti bayi yang bergerak, menendang- nendang perut ibu yang memberikan reaksi dan informasi sendiri antara ibu dan anak. 

Dengan hal tersebut ada baiknya anda harus lebih ekstra dalam merawat bayi dalam kandungan anda. Jadi, alangkah pentingnya jika ibu tahu tentang cara menjaga bayi dalam kandungan karena merawat dan menjaga bisa di mulai ketika bayi dalam kandungan.

Mungkin bagi anda yang ingin tahu bagaimana caramenjaga bayi dalam kandungan yang membuat penasaran anda, berikut informasi lengkapnya:
  1. Control selalu perkembangan bayi anda saat melakukan pemeriksaan.
  2. Hindari konsumsi makana atau apapun yang berkaitan dengan bahan kimia yang akan membuat anda dan bayi anda keracunan.
  3. Hindari rokok. Baik secara langsung atau sebagai peroko pasif.
  4.  Perbanyak minum air putih.
  5.  Banyak konsumsi makanan yang mengandung banyak gizi untuk memnuhi kecukupan bayi dan ibu.
  6. Konsumsi vitamin Asam folat dan tablet penambah darah
  7. Jangan takut untuk bertanya pada ahliny seperti orang tua atau dokter agar bayi yang anda kandung sehat.
  8. Ketika hamil, sebaiknya anda tetap melakukan aktivitas rutin seperti biasa namun, sebaiknya kurangi porsi ketika anda beraktivitas.
  9. Istirahat yang cukup.
  10. Hindari mandi dengan berendam dalam air hangat ketika dalam keadaan hamil.
Dari beberapa cara menjaga bayi dalam kandungan di atas, ada baiknya anda harus mengatur pola hidup anda agar bayi yang anda kandung dapat lahir sehat dan sempurna.

7 Cara merawat bayi

Berikut ini adalah artikel dengan 7 Cara merawat bayi semoga berguna untuk para ibu dan ayah .

1. Pemberian ASI sebaiknya tidak boleh diselingi dengan susu formula.

Perlu dicatat bahwa bila tidak ada hal-hal yang menghalangi ibu memberikan ASI pada bayi seperti kondisi ibu yang sakit berat, atau bila mendapat sedang dalam tahap pengobatan dengan obat yang dapat dikeluarkan bersama ASI dan dapat membahayakan kesehatan bayi atau bila ASI tidak dapat keluar sama sekali, maka pemberian susu formula mendapat tempat.

Sebaliknya, bila ASI diselingi dengan pemberian PASI (Pengganti ASI, misalnya susu formula) padahal ibu tidak ada halangan memberikan ASI, akan memberikan dampak yang tidak baik. Produksi ASI akan berkurang karena tidak selalu dikosongkan melalui rangsangan hisapan bayi. Segala kebaikan dan manfaat ASI tentunya tidak akan diperoleh oleh bayi. Selain itu, bayi akan mulai belajar minum dengan dot, yang bagi si kecil, kegiatan ini lebih menyenangkan karena ia tidak perlu bersusah payah mengisap namun pancaran susu cukup banyak. Mungkin, pernyataan berikut cukup bijak mewakili kondisi ini: untuk apa memberikan pengganti, jika yang digantikan masih ada. Setuju ya?

2. ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi.

ASI memang terbukti paling unggul dan merupakan makanan terbaik bagi bayi. Apa pasal? ASI adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk bayi. Anda akan tercengang karena begitu banyak kandungan gizi di dalam ASI. Apa saja yang manfaat ASI? Pertama, ASI mengandung semua kebutuhan gizi yang diperlukan bayi. Kedua, ASI mengandung zat gizi yang mudah dicerna bayi. Ketiga, produksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Kemudian, yang keempat, ASI mengandung berbagai zat anti sehingga bayi tidak mudah terkena infeksi. Manfaat kelima adalah ASI tidak mengandung kuman. Keenam, ASI selalu segar dan tidak pernah basi serta bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Ketujuh, ASI dapat mencegah alergi. Dan kedelapan, yang merupakan bagian terpenting, ASI akan mempererat hubungan batin antara Anda dan dirinya. Masih adakah alasan kita untuk tidak memberikan ASI untuk si kecil? Berikanlah ASI secara ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan.

3. Bayi sebaiknya tidak ditidurkan dalam keadaan tengkurap.

Di negara kita, kebanyakan bayi ditidurkan dalam posisi yang alami yakni terlentang. Dulu, kerap dianjurkan agar bayi ditidurkan dalam posisi tengkurap atau telungkup. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya tersedak atau aspirasi, yakni istilah untuk masuknya makanan ke dalam saluran pernapasan saat bayi gumoh atau muntah. Padahal, yang dapat terjadi justru sindrom kematian mendadak pada bayi yang ditidurkan telungkup. Lain hal bila bayi sudah dapat tengkurap dengan sendirinya, biarkan ia mencari sendiri posisi tidurnya yang nyaman. Jadi dianjurkan, sebelum bayi berusia 4 bulan, sebaiknya tidak menidurkan bayi dalam posisi telungkup atau tengkurap.

4. Bayi akan tampak sering tertidur.

Tidak perlu terlalu kuatir. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Ia biasanya hanya bangun bilamana lapar atau ada hal yang membuatnya tidak nyaman misalnya basah karena buang air kecil atau buang air besar. Bayi baru lahir memang belum mengenai perbedaan siang dan malam. Anda pun tidak perlu kuatir karena bayi tidur sesuai dengan kebutuhannya. Rata-rata, bayi baru lahir tidur 16 jam sehari. Kemudian hingga usia 6 bulan, kebutuhan tidurnya mulai bervariasi antara 10 hingga 18 jam sehari. Namun, bila si kecil sudah tidur lebih dari dua jam, tidak ada salahnya Anda bangunkan untuk diberikan ASI.

5. Pemakaian gurita atau bedong pada bayi tidak dianjurkan.

Sejatinya, bayi dipakaikan gurita dengan tujuan untuk menghangatkan bayi dan mencegah pusar bodong. Hal ini tidak dianjurkan karena memang tidak beralasan. Pemakaian gurita, apalagi bila dipakaikan terlalu ketat, dapat menekan dinding perut bayi sehingga tidak dapat secara bebas mengembang sewaktu bernapas. Alhasil, gurita akan menghalangi pernapasan bayi. Selain itu, gurita yang terlalu ketat juga akan menekan dinding perut sehingga dapat menyebabkan bayi lebih mudah muntah ataupun gumoh.

Sedangkan pemakaian bedong biasanya dengan tujuan mencegah kaki bayi bengkok. Hal ini juga tidak ada pembenarannya. Pembedongan bayi, sebenarnya lebih tepat bila ditujukan agar bayi merasa hangat dan tidur dengan tenang, namun dengan catatan, kenakan bedong dengan longgar. Yang sering terjadi adalah bayi dibedong terlalu rapat dan kuat. Padahal ini tidak boleh karena dapat mengganggu peredaran darah, menghambat pernapasan, dan juga dapat mengganggu perkembangan gerakan (motorik) bayi karena tangan dan kakinya tidak dapat bergerak dengan leluasa.

6. Cara bijak memandikan bayi.

Sebenarnya, bayi tidak perlu dimandikan (yakni dengan mencelupkan ke dalam bak mandinya) dalam 1 – 2 minggu pertama. Namun bayi harus tetap dibersihkan dan dikeringkan setiap kali pipis atau buang air besar. Kalau puntung talipusat belum puput, bayi cukup dibersihkan dengan lap saja karena puntung talipusat yang basah, cenderung menimbulkan infeksi. Gunakan air hangat-hangat kuku. Bukalah pakaiannya dan segera selimuti dengan handuk. Buka daerah tubuh bayi yang akan dilap saja agar bayi tidak kedinginan. Untuk wajah, tidak perlu menggunakan sabun. Gunakan sabun untuk mengelap bagian tubuh lainnya. Jangan lupa bersihkan juga daerah selangkangannya.

Kalaupun Anda lebih memilih untuk memandikannya, tidak mengapa. Yang penting, tahu caranya. Bila talipusat belum puput, Anda dapat menyelupkan ke dalam bak mandi kecil khusus si kecil. bayi boleh dimandikan di dalam bak mandi kecil. Gunakan air hangat-hangat kuku. Masukkan bayi secara perlahan-lahan. Mula-mula, basuhlan wajah, bagian kepala, kemudian seluruh tubuhnya tanpa menggunakan sabun. Lalu basuh kembali tubuh dan bagian lainnya dengan sabun, kemudian dibilas. Bila talipusat belum puput, segera keringkan talipusatnya seusai mandi dan olesi dengan alkohol 70%.

7. Bayi tampak kuning pada minggu pertama masih dianggap normal.

Kuning pada bayi, atau istilah medisnya adalah ikterus, boleh jadi hal yang normal dan bisa juga sebaliknya. Pada sebagian besar bayi, kondisi ini masih normal. Kuning pada bayi biasanya muncul pada hari ketiga setelah lahir, terlihat samar-samar Warna kuning ini disebabkan adanya kadar bilirubin – suatu zat hasil pengolahan sel darah merah – yang meninggi di dalam darah. Bila diperiksa, kadarnya mencapai 5 mg per 100 cc darah atau lebih. Normalnya, kadarnya kurang dari 1 mg per 100 cc darah. Warna kuning ini harus menghilang setelah minggu kedua. Jadi, bila kuning muncul sedari hari pertama atau kuningnya tidak menghilang setelah 10 hingga 14 hari, sebaiknya perlu diperiksa dengan teliti. Kadar bilirubin yang terlampau tinggi, pada bayi baru lahir, dapat membahayakan bayi karena dapat merusak otak.

Cara Merawat Bayi agar Tidur Teratur

Cara Merawat Bayi agar Tidur TeraturCara Merawat Bayi agar Tidur Teratur - Bayi yang baru lahir biasanya memiliki pola tidur kurang teratur, terkadang malam hari suka bangun. Tentu saja keadaan ini memaksa orang tua begadang.

Agar keadaan tsb tidak berlangsung lam
a, Anda bisa mencoba bagaimana cara merawat bayi agar bisa tidur secara teratur. ikuti langkah-langkah berikut :
  • Berikan pancingan pada bayi saat terjaga agar banyak beraktivitas, misalnya dengan mengajaknya komunikasi, bermain atau memperdengarkan shalawat nabi. Stimulasi pada saat ia terjaga dapat membantu ia tidur kearah yang lebih baik. Perbanyak kegiatan tsb di siang hari.
  • Jika ibu menidurkan bayi sambil menyusui, biasakanlah untuk meletakkan ia di tempat tidurnya saat terlihat mengantuk. Jika ia terjaga dan menangis, jangan dipindahkan. Cobalah merebahkan diri ditempat tidurnya sambil menyusui.
  • Perhatikan tidurnya, apakah ia merasa nyaman dengan posisinya ataukah tidak.
  • Lakukan beberapa kebiasaan awal untuk memberitahukan bayi waktunya tidur, misalnya menggunakan lampu redup saat malam atau diawali dengan shalawat nabi sambil menyusui, dll.
  • Tempatkan tempat tidur bayi di kamar tidur Anda dan hati-hati tertimpa Anda. jauhkan ia dari setiap selimut atau bantal.
  • Jangan tidur dengan bayi Anda di tempat tidur air, di sofa, atau di kursi, Ini berbahaya. Jangan ambil resiko!
  • Beberapa bayi terkadang suka terjaga saat tidur, dan terkadang ia tertidur kembali jika ibu berikan dot, uluran tangan, suara, atau payudara. Coba Anda kenali kebiasaan-kebiasaan ini.

Cara Merawat Bayi yang Demam Atau Panas

Cara Merawat Bayi yang Demam Atau Panas
Cara Merawat Bayi yang Demam - Demam merupakan sesuatu yang biasa terjadi pada bayi. Ia bukanlah penyakit, tapi merupakan suatu gejala yg disebabkan adanya masalah tiba-tiba terjadi dalam tubuh seseorang. Kemunculannya adalah sebagai reaksi untuk memulihkan keadaan fisiknya. Adapun penyebabnya bisa karena masuknya "sesuatu" kedalam tubuh, misalnya melalui vaksinasi, makanan, minuman, cuaca ekstrim atau tumbuh gigi.

Meskipun demikian, Kita harus tetap waspada jika ini terjadi pada bayi, karena ada juga demam yg membahayakan sehingga perlu ditangani secara medis.

Jika anak Anda mengalami demam tinggi ( 38°C untuk bayi 3 bulan kebawah dan 39°C untuk balita berumur 3 - 36 bulan ) disertai keluhan tertentu seperti sakit tenggorokan dan telinga, atau diare dan muntah-muntah, atau buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan terasa sakit, atau demam berulang dan tidak hilang setelah 24 jam, atau balita Anda tidak mau makan dan minum, maka segeralah hubungi Dokter !

Apabila demam yang terjadi tidak seperti indikasi diatas, Anda bisa merawat bayi dengan cara :
  • Tetap memberikan ASI secukupnya, jangan berlebihan.
  • Berikan ruangan untuk balita beristirahat sirkulasi udara yang baik, tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin.
  • Jangan memandikan anak selagi demam, tapi berikan dgn cara di lap basah
  • Jangan pernah memberikan apirin walaupun dgn cara dosis dikurangi Anda bisa memberikan obat demam khusus balita sesuai aturan pakainya.
  • Berikanlah pakaian yang nyaman juga bersih
  • Cek selalu dengan termometer secara akurat
Demikian cara merawat bayi yang demam, selengkapnya bisa dicari disini : http://kidshealth.org

Cara Ibu Yang Pintar Dalam Merawat Makanan Bayi

Cara Ibu Yang Pintar Dalam  Merawat Makanan Bayi - Seorang ibu harus pintar merawat bayi, terutama dalam hal menjaga makanannya. Ini sangat penting dilakukan karena kesehatan fisik dan mental sang buah hati bisa terpelihara dgn baik serta akan tumbuh optimal apabila makanan bayi terjamin juga terjaga.
Cara Ibu Yang Pintar Dalam  Merawat Makanan Bayi

Ibu pintar pastilah memilih ASI untuk makanan bayi yang baru lahir hingga usianya mencapai 2 tahun. Alasannya karena hanya ASI lah yang steril serta mudah dicerna oleh sistem pencernaannya. Adapun mengenai kandungan gizi dalam ASI itu sendiri tergantung dari apa yang ibu makan.

Oleh karena itu agar kandungan gizi dalam ASI terjamin, Ibu harus banyak-banyak mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna minimal 3 kali sehari. Selain buat menjamin asupan gizi ASI sekaligus buat pemulihan dan perawatan kesehatan ibu sendiri selama masa pasca melahirkan.

Susu formula bukan berarti tidak baik, tapi daripada membeli susu formula yg harganya selangit, kan lebih baik uangnya digunakan untuk membeli makanan 4 sehat 5 sempurna, dijamin halal & bergizi. Asal bunda tahu! kegiatan menyusui itu mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak, dan kegiatan menyusui berdampak pada perkembangan otak juga psikis sang buah hati.

Jika ibu seorang muslim, apa yg bunda makan juga harus halal. Dalam Al-quran disebutkan "...Setiap perbuatan itu selalu menuntut hati". sehingga imam gozali memperingatkan bahwa apabila kita makan yang tidak halal, selain tidak memberikan keberkahan, biasanya hati cenderung selalu mengajak pada kemaksiatan.
Dan yang membuat saya tidak habis pikir adalah rizki yg paling berkah itu adalah rizki yang kita peroleh dengan tetesan keringat secara halal.

Cara merawat bayi yg terbaik adalah dengan memberikan makanan yg halal lagi baik.