Berikut ini adalah artikel dengan 7 Cara merawat bayi semoga berguna untuk para ibu dan ayah .
1. Pemberian ASI sebaiknya tidak boleh diselingi dengan susu formula.
Perlu dicatat bahwa bila tidak ada hal-hal yang menghalangi ibu memberikan ASI pada bayi seperti kondisi ibu yang sakit berat, atau bila mendapat sedang dalam tahap pengobatan dengan obat yang dapat dikeluarkan bersama ASI dan dapat membahayakan kesehatan bayi atau bila ASI tidak dapat keluar sama sekali, maka pemberian susu formula mendapat tempat.
Sebaliknya, bila ASI diselingi dengan pemberian PASI (Pengganti ASI, misalnya susu formula) padahal ibu tidak ada halangan memberikan ASI, akan memberikan dampak yang tidak baik. Produksi ASI akan berkurang karena tidak selalu dikosongkan melalui rangsangan hisapan bayi. Segala kebaikan dan manfaat ASI tentunya tidak akan diperoleh oleh bayi. Selain itu, bayi akan mulai belajar minum dengan dot, yang bagi si kecil, kegiatan ini lebih menyenangkan karena ia tidak perlu bersusah payah mengisap namun pancaran susu cukup banyak. Mungkin, pernyataan berikut cukup bijak mewakili kondisi ini: untuk apa memberikan pengganti, jika yang digantikan masih ada. Setuju ya?
2. ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi.
ASI memang terbukti paling unggul dan merupakan makanan terbaik bagi bayi. Apa pasal? ASI adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk bayi. Anda akan tercengang karena begitu banyak kandungan gizi di dalam ASI. Apa saja yang manfaat ASI? Pertama, ASI mengandung semua kebutuhan gizi yang diperlukan bayi. Kedua, ASI mengandung zat gizi yang mudah dicerna bayi. Ketiga, produksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Kemudian, yang keempat, ASI mengandung berbagai zat anti sehingga bayi tidak mudah terkena infeksi. Manfaat kelima adalah ASI tidak mengandung kuman. Keenam, ASI selalu segar dan tidak pernah basi serta bisa diberikan kapan saja dan dimana saja. Ketujuh, ASI dapat mencegah alergi. Dan kedelapan, yang merupakan bagian terpenting, ASI akan mempererat hubungan batin antara Anda dan dirinya. Masih adakah alasan kita untuk tidak memberikan ASI untuk si kecil? Berikanlah ASI secara ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan.
3. Bayi sebaiknya tidak ditidurkan dalam keadaan tengkurap.
Di negara kita, kebanyakan bayi ditidurkan dalam posisi yang alami yakni terlentang. Dulu, kerap dianjurkan agar bayi ditidurkan dalam posisi tengkurap atau telungkup. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya tersedak atau aspirasi, yakni istilah untuk masuknya makanan ke dalam saluran pernapasan saat bayi gumoh atau muntah. Padahal, yang dapat terjadi justru sindrom kematian mendadak pada bayi yang ditidurkan telungkup. Lain hal bila bayi sudah dapat tengkurap dengan sendirinya, biarkan ia mencari sendiri posisi tidurnya yang nyaman. Jadi dianjurkan, sebelum bayi berusia 4 bulan, sebaiknya tidak menidurkan bayi dalam posisi telungkup atau tengkurap.
4. Bayi akan tampak sering tertidur.
Tidak perlu terlalu kuatir. Pada bulan-bulan pertama kehidupannya, bayi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Ia biasanya hanya bangun bilamana lapar atau ada hal yang membuatnya tidak nyaman misalnya basah karena buang air kecil atau buang air besar. Bayi baru lahir memang belum mengenai perbedaan siang dan malam. Anda pun tidak perlu kuatir karena bayi tidur sesuai dengan kebutuhannya. Rata-rata, bayi baru lahir tidur 16 jam sehari. Kemudian hingga usia 6 bulan, kebutuhan tidurnya mulai bervariasi antara 10 hingga 18 jam sehari. Namun, bila si kecil sudah tidur lebih dari dua jam, tidak ada salahnya Anda bangunkan untuk diberikan ASI.
5. Pemakaian gurita atau bedong pada bayi tidak dianjurkan.
Sejatinya, bayi dipakaikan gurita dengan tujuan untuk menghangatkan bayi dan mencegah pusar bodong. Hal ini tidak dianjurkan karena memang tidak beralasan. Pemakaian gurita, apalagi bila dipakaikan terlalu ketat, dapat menekan dinding perut bayi sehingga tidak dapat secara bebas mengembang sewaktu bernapas. Alhasil, gurita akan menghalangi pernapasan bayi. Selain itu, gurita yang terlalu ketat juga akan menekan dinding perut sehingga dapat menyebabkan bayi lebih mudah muntah ataupun gumoh.
Sedangkan pemakaian bedong biasanya dengan tujuan mencegah kaki bayi bengkok. Hal ini juga tidak ada pembenarannya. Pembedongan bayi, sebenarnya lebih tepat bila ditujukan agar bayi merasa hangat dan tidur dengan tenang, namun dengan catatan, kenakan bedong dengan longgar. Yang sering terjadi adalah bayi dibedong terlalu rapat dan kuat. Padahal ini tidak boleh karena dapat mengganggu peredaran darah, menghambat pernapasan, dan juga dapat mengganggu perkembangan gerakan (motorik) bayi karena tangan dan kakinya tidak dapat bergerak dengan leluasa.
6. Cara bijak memandikan bayi.
Sebenarnya, bayi tidak perlu dimandikan (yakni dengan mencelupkan ke dalam bak mandinya) dalam 1 – 2 minggu pertama. Namun bayi harus tetap dibersihkan dan dikeringkan setiap kali pipis atau buang air besar. Kalau puntung talipusat belum puput, bayi cukup dibersihkan dengan lap saja karena puntung talipusat yang basah, cenderung menimbulkan infeksi. Gunakan air hangat-hangat kuku. Bukalah pakaiannya dan segera selimuti dengan handuk. Buka daerah tubuh bayi yang akan dilap saja agar bayi tidak kedinginan. Untuk wajah, tidak perlu menggunakan sabun. Gunakan sabun untuk mengelap bagian tubuh lainnya. Jangan lupa bersihkan juga daerah selangkangannya.
Kalaupun Anda lebih memilih untuk memandikannya, tidak mengapa. Yang penting, tahu caranya. Bila talipusat belum puput, Anda dapat menyelupkan ke dalam bak mandi kecil khusus si kecil. bayi boleh dimandikan di dalam bak mandi kecil. Gunakan air hangat-hangat kuku. Masukkan bayi secara perlahan-lahan. Mula-mula, basuhlan wajah, bagian kepala, kemudian seluruh tubuhnya tanpa menggunakan sabun. Lalu basuh kembali tubuh dan bagian lainnya dengan sabun, kemudian dibilas. Bila talipusat belum puput, segera keringkan talipusatnya seusai mandi dan olesi dengan alkohol 70%.
7. Bayi tampak kuning pada minggu pertama masih dianggap normal.
Kuning pada bayi, atau istilah medisnya adalah ikterus, boleh jadi hal yang normal dan bisa juga sebaliknya. Pada sebagian besar bayi, kondisi ini masih normal. Kuning pada bayi biasanya muncul pada hari ketiga setelah lahir, terlihat samar-samar Warna kuning ini disebabkan adanya kadar bilirubin – suatu zat hasil pengolahan sel darah merah – yang meninggi di dalam darah. Bila diperiksa, kadarnya mencapai 5 mg per 100 cc darah atau lebih. Normalnya, kadarnya kurang dari 1 mg per 100 cc darah. Warna kuning ini harus menghilang setelah minggu kedua. Jadi, bila kuning muncul sedari hari pertama atau kuningnya tidak menghilang setelah 10 hingga 14 hari, sebaiknya perlu diperiksa dengan teliti. Kadar bilirubin yang terlampau tinggi, pada bayi baru lahir, dapat membahayakan bayi karena dapat merusak otak.
Beranda » cara-merawat
Showing posts with label cara-merawat. Show all posts
Showing posts with label cara-merawat. Show all posts
Cara Merawat Bayi agar Tidur Teratur
Cara Merawat Bayi agar Tidur Teratur - Bayi yang baru lahir biasanya memiliki pola tidur kurang teratur, terkadang malam hari suka bangun. Tentu saja keadaan ini memaksa orang tua begadang.Agar keadaan tsb tidak berlangsung lam
a, Anda bisa mencoba bagaimana cara merawat bayi agar bisa tidur secara teratur. ikuti langkah-langkah berikut :
- Berikan pancingan pada bayi saat terjaga agar banyak beraktivitas, misalnya dengan mengajaknya komunikasi, bermain atau memperdengarkan shalawat nabi. Stimulasi pada saat ia terjaga dapat membantu ia tidur kearah yang lebih baik. Perbanyak kegiatan tsb di siang hari.
- Jika ibu menidurkan bayi sambil menyusui, biasakanlah untuk meletakkan ia di tempat tidurnya saat terlihat mengantuk. Jika ia terjaga dan menangis, jangan dipindahkan. Cobalah merebahkan diri ditempat tidurnya sambil menyusui.
- Perhatikan tidurnya, apakah ia merasa nyaman dengan posisinya ataukah tidak.
- Lakukan beberapa kebiasaan awal untuk memberitahukan bayi waktunya tidur, misalnya menggunakan lampu redup saat malam atau diawali dengan shalawat nabi sambil menyusui, dll.
- Tempatkan tempat tidur bayi di kamar tidur Anda dan hati-hati tertimpa Anda. jauhkan ia dari setiap selimut atau bantal.
- Jangan tidur dengan bayi Anda di tempat tidur air, di sofa, atau di kursi, Ini berbahaya. Jangan ambil resiko!
- Beberapa bayi terkadang suka terjaga saat tidur, dan terkadang ia tertidur kembali jika ibu berikan dot, uluran tangan, suara, atau payudara. Coba Anda kenali kebiasaan-kebiasaan ini.
Labels:
bayi,
cara,
cara-merawat,
merawat,
merawat-bayi,
tidur
Cara Merawat Bayi yang Demam Atau Panas
Cara Merawat Bayi yang Demam - Demam merupakan sesuatu yang biasa terjadi pada bayi. Ia bukanlah penyakit, tapi merupakan suatu gejala yg disebabkan adanya masalah tiba-tiba terjadi dalam tubuh seseorang. Kemunculannya adalah sebagai reaksi untuk memulihkan keadaan fisiknya. Adapun penyebabnya bisa karena masuknya "sesuatu" kedalam tubuh, misalnya melalui vaksinasi, makanan, minuman, cuaca ekstrim atau tumbuh gigi.
Meskipun demikian, Kita harus tetap waspada jika ini terjadi pada bayi, karena ada juga demam yg membahayakan sehingga perlu ditangani secara medis.
Jika anak Anda mengalami demam tinggi ( 38°C untuk bayi 3 bulan kebawah dan 39°C untuk balita berumur 3 - 36 bulan ) disertai keluhan tertentu seperti sakit tenggorokan dan telinga, atau diare dan muntah-muntah, atau buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan terasa sakit, atau demam berulang dan tidak hilang setelah 24 jam, atau balita Anda tidak mau makan dan minum, maka segeralah hubungi Dokter !
Apabila demam yang terjadi tidak seperti indikasi diatas, Anda bisa merawat bayi dengan cara :
Meskipun demikian, Kita harus tetap waspada jika ini terjadi pada bayi, karena ada juga demam yg membahayakan sehingga perlu ditangani secara medis.
Jika anak Anda mengalami demam tinggi ( 38°C untuk bayi 3 bulan kebawah dan 39°C untuk balita berumur 3 - 36 bulan ) disertai keluhan tertentu seperti sakit tenggorokan dan telinga, atau diare dan muntah-muntah, atau buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan terasa sakit, atau demam berulang dan tidak hilang setelah 24 jam, atau balita Anda tidak mau makan dan minum, maka segeralah hubungi Dokter !
Apabila demam yang terjadi tidak seperti indikasi diatas, Anda bisa merawat bayi dengan cara :
- Tetap memberikan ASI secukupnya, jangan berlebihan.
- Berikan ruangan untuk balita beristirahat sirkulasi udara yang baik, tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin.
- Jangan memandikan anak selagi demam, tapi berikan dgn cara di lap basah
- Jangan pernah memberikan apirin walaupun dgn cara dosis dikurangi Anda bisa memberikan obat demam khusus balita sesuai aturan pakainya.
- Berikanlah pakaian yang nyaman juga bersih
- Cek selalu dengan termometer secara akurat
Labels:
bayi,
cara,
cara-merawat,
demam,
merawat,
merawat-bayi
Cara Merawat Rambut Pada Bayi
Cara Merawat Rambut Bayi - Terdapat perbedaan keadaan rambut bayi dengan orang dewasa, rambut mereka lebih tipis dan sensitif dibandingkan dengan orang dewasa.
Terkadang rambut bayi yang baru lahir bisa panjang dan lebat tapi tidak sedikit pula yang separuh botak, bahkan lama-lama jadi rontok. Anda tidak perlu cemas, karena setelah berumur 6 bulan lebih, rambutnya akan normal kembali.
Meskipun begitu, sebaiknya diberikan perawatan agar rambut mereka tetap bersih dan terpelihara. Jika belum tahu caranya, berikut cara merawat rambut bayi dengan baik dan benar.

Terkadang rambut bayi yang baru lahir bisa panjang dan lebat tapi tidak sedikit pula yang separuh botak, bahkan lama-lama jadi rontok. Anda tidak perlu cemas, karena setelah berumur 6 bulan lebih, rambutnya akan normal kembali.
Meskipun begitu, sebaiknya diberikan perawatan agar rambut mereka tetap bersih dan terpelihara. Jika belum tahu caranya, berikut cara merawat rambut bayi dengan baik dan benar.
- Untuk bayi yang baru lahir berusia 1 - 5 bulan, rambutnya cukup dibersihkan dengan air sambil diusap-usap dengan sela-sela jemari tangan ibu secara lembut serta hati-hati jangan menekan terlalu keras.
- Anda bisa memberikan keramas apabila rambut mereka terlihat panjang dan lebat. Jangan lupa gunakan shampo khusus bayi, bukan untuk orang dewasa.
- Lakukanlah kegiatan ini seminggu 2 - 3 kali, sambil mengajak komunikasi dengan si buah hati.
Labels:
bayi,
cara,
cara-merawat,
merawat,
merawat-bayi,
rambut
Subscribe to:
Posts (Atom)


